dikutip dr milis 11 
Piala Champion
Oleh Ki Slametg
SUMEBAR bendera abang ireng dan spanduk penggugah semangat terpasang mentereng di lapangan Sansiro Karang Kadempel. ‘U Never walk alone’ selalu didengungkan Milmilanisti di tepi lapangan menemani pemain Ac Milmilan berlatih, sore itu. Dibawah mistar gawang Petruk Dida, gesit menepis tendangan Filippo Bagong Inzaghi dan Gareng Malidini. Semar Ancelloti dari pinggir lapangan terus berteriak-teriak mengomandoi pemain. "Powere dikeluarkan, cuk, tendangane sing jejeg," teriaknya. "Gimana bisa menang, kalo nendang gak becus, sudah kita lanjutkan besok," tambah Semar Ancelotti. Persiapan mereka cukup serius menghadapi laga semi final piala champion menghadapi musuhbebuyutanmerekaFC.liverpool. Kesempatan ini dimanfaatkan Milmilanisti untuk merangsek kedalam lapangan minta tanda tangan.
Lain suasana dikandang Liver pool perusahaan obat kuat ngastina. Mereka hanya melakukan peregangan otot dan latihan ringan. Sengkuni gerard di pojok lapangan terus menyundul bola bertahan supaya tak jatuh. Dursosono Carragher, malah asik menyunduli bola yang lain karena dikerubuti holigan wedok yang histeris. Durna Benitez, dengan menghisap siong hanya memandang dari tepi lapangan. Mereka berkeyakinan tinggi, optimis kemenangan di depan mata. Sebagai klub kaya seusai latihan tim obat liver ngeses di kafe-kafe mewah.
Di timur kaki langit mentari pagi mengoyak pekatnya malam. Suasana Ballroom Grand Milan Inn tiap sudut beraroma bola. Kaki jurnalis dari pelosok dunia mulai memasuki ruangan. Mereka menunggu pers conference yang biasanya dipenuhi perang urat saraf. Truk sampah yang berjalan sempoyongan membawa pemain Ac Milmilan berbaur dengan Milmilanisti dipandu dua motor rider memasuki pelataran hotel. Sementara dengan bus luks Liver pool juga tiba dihotel. Suasana lobi hotel riuh rendah, suasana kampung menyatu dengan susana elit tapi keadaan tetap terkendali. "Apaan Bagong, hanya bayang-bayang, pantes para cewek pada lari." Ujar Sengkuni Gerard memulai perang urat saraf, setelah masingmasing tim membeberkan strategi yang akan mereka terapkan. "Is Ente bisane bawa-bawa itu, pasti ajarane Durna Benitez, sikilmu tugel tak thekel mengko" Serang Fillipo Bagong Inzaghi. Suasana ruang pers konference tambah memanas, hampir saja Dursosono Carragher melempar kursi kalau tak ditahan sesama pemain mereka. Panitia memutuskan acara disudahi lebih cepat. Prit..prit peluit pertandingan dimulai, sore hari berikutnya. Sepuluh menit pertama terasa lamban, kedua tim saling mengintip kelemahan lawan. Lewat serangan balik cepat. Gareng Maldini melakukan umpan jauh kedepan, diterima sempurna Fillipo Bagong Inzaghi. Menyusur dari kanan luar, gojek sana sini, central bek terlewati. Sekuat tenaga tendangan dilepaskan, posisi Kartomarmo Alonso tepat menerima dengan tenang. Semar langsung menutupi wajahnya, Milmilanisti berteriak tertahan.
Kedua kesebelasan saling serang tapi selalu mentok dipertahanan lawan. Durna Benitez, mulai melihat pemainnya kelelahan, didekatinya pinggir lapangan dan dipanggilnya Dursosono Carragher. Dibisikannya sederet kata, dan menepuk bahu Dursosono. Dilapangan Dursosono Carragher membisikan kepada pemain yang lain. Sedetik kemudian suasana pertandingan berubah. Ilmu seribu kuda dipakai tim obat kuat Liver Ac Milmilan terkurung ketat, serangan tim Liverpool datang bertubitubi. Umpan Silang Dursosono Carragher jantung Ac Milmilan, disambut tedangan salto Sengkuni Gerard mengarah kesudut atas gawang. Gareng Maldini tak kalah sigap, dengan di kop bola dibuang keluar lapangan. Bonek tim Liverpool bersorak ramai.
Ac Milmilan Belum sempat bernafas, lewat solo run Sengkuni gerard diakhiri tendangan keras menyusur tanah. Petruk Dida langsung kemureb menyongsong bola. Giliran Milmilanisti berteriak ramai. Datangnya gol sepertinya tinggal menunggu waktu. Fillipo Bagong Inzaghi memutar otak tepat ketika Kaki keras Dursosono Carragher malang didepannya. Fillipo Bagong Inzaghi kruntel-kruntel terkapar sampai ditandu keluar lapangan. Momen ini dimanfaatkan untuk merampal ajian. Mata Sengkuni gerard mendadak melotot. Mak Wuuuz, giliran Gareng Maldini dengan kaki pengkornya melakukan solo run dari kiri luar. Dursosono Carragher ucek-ucek mripat, disemua lini dilihatnya Gareng Maldini. Baru Saja Sengkuni gerard meghadang, Kartomarmo alonso sudah memungut bola dari gawangnya, gool. Kick off dimulai lagi, Sengkuni gerard salah oper, dimanfaatkan Bagong Inzaghi dari tengah lapangan melepas tembakan voli. Kembali Kartomarmo alonsomeradang. Gol demi gol datang silih berganti sampai peluit terakhir berkedudukan sepuluh-kosong.
Celebretion run mengelilingi lapangan dilakukan tim Ac Milmilan. Disambut hujan potongan kertas yang dilemparkan Milmilanisti. Fillipo Bagong menerima piala liga champion dan didaulat memberi sedikit pidato. "Ini saya persembahankan special untuk Rara Merciwati (pamer gusi) Ginong (gigi nongol)Ayu" Ujar Fillipo Bagong. Fillipo Bagong, diangkat semua tim dan dilempar-lemparkan keatas. Fillipo Bagong gelagapan menerima siraman champain beraroma kopi, "Le, ndang raup, bal-balane meh mulai," Gugah Semar. Bagong terbangun dari mimpi hebat, ternyata piala champion hanya mimpi bagong yang ingin jadi pemain sepak bola tapi karna terlalau gemuk jadi cita-citanya tak kesampaian bagong kecewa melihat sebentar kearah tivi dan berlalu ke arah toilet. Didalam toilet terdengar suara isak tangis. Semar mendekati dan menepuk dari belakang. "Mo,saya ingin jadi penain bola mau aku pamerkan pada pacarku" Desis Bagong sedih. Semar menyorongkan pacul ,"besuk ambil puhung di sawah, dan berikan pada pacarmu, kalu kamu tulus pasti pacarmu senang. Nah itu juga CHAMPION"