embun pagi
Am Em
setiap perkataan yang menjatuhkan
F C E
tak lagi ku dengar dengan sungguh
Am Em
juga tutur kata yang mencela
F Dm E
tak lagi ku cerna dalam jiwaAm Em
aku bukanlah seorang yang mengerti
F C E
tentang kelihaian membaca hati
Am Em
ku hanya pemimpi kecil yang berangan
F Dm E
tuk merubah nasibnya…C G Dm
oh.. bukankah ku pernah melihat bintang
Am G
senyum menghiasi sang malam
C G Dm
yang berkilau bagai permata
Am G Am C
menghibur yang lelah jiwanya
F E
yang sedih hatinya
Am C
yang lelah jiwanya
F E
yang sedih hatinyaAm
Am Em
ku gerakkan langkah kaki
F C E
di mana cinta akan bertumbuh
Am Em
ku layangkan jauh mata memadang
F Dm E
tuk melanjutkan mimpi yang terputus
Am Em
masih ku coba mengejar rinduku
F C E
meski peluh membasahi tangan
Am Em
lelah penat tak menghalangiku
F Dm E
menemukan bahagiaC G Dm
oh.. bukankah ku pernah melihat bintang
Am G
senyum menghiasi sang malam
C G Dm
yang berkilau bagai permata
Am G F
menghibur yang lelah jiwanya
E
yang sedih hatinya
F
yang lelah jiwanya
E
yang sedih hatinya[int] F E F
E
yang lelah jiwanyaC G Dm
oh.. bukankah ku bisa melihat bintang
Am G
senyum menghiasi sang malam
C G Dm
yang berkilau bagai permata
Am G C
menghibur yang lelah jiwanyaG Dm
bukankah hidup ada perhentian
Am G C
tak harus kencang terus berlari
G Dm
ku helakan nafas panjang
Am G Am C
tuk siap berlari kembali…
F E
berlari kembali..
Am C
melangkahkan kaki
F E
menuju cahayaAm C F
bagai bintang yang bersinar
E
menghibur yang lelah jiwanya
Am C F
bagai bintang yang berpijar
E Am
menghibur yang sedih hatinya
duduk diterpa hangatnya sinar matahari pagi dan resapan embun di kaki mt. penanggungan sambil ditemani dengan petikan gitar… bersama kita bernyanyi, bersama kita tertawa…
oh…
aq ingin kembali merasakan kedahsyatan power of putih abu-abu…



baiklah pi, saya akan mulai bernyanyi
“..desir pasir ..” :-”
:”>
Comment by farida_cantix — January 9, 2008 @ 1:01 am