mau crita just little2…
tadi pagi seperti biasa aq berangkat kantor naik busway.
seperti biasanya pula aq bayar dengan harganya 3.500. namun bedanya, di hari ini aq bayarnya pakai uang :
Rp. 1.000 - 3 lembar
Rp. 200 - 2 logam
Rp. 50 - 2 logam
setelah aq sodorkan uang itu di kasir, mereka menolaknya dengan alasan
mbak : "mbak.. kami tidak menerima uang Rp. 50"
aq : "emang ada aturannya ya mbak, klo Rp. 50 g boleh?"
mbak : "g ada sih mbak"
aq : "nah.. g ada kan, ya udah.. ini uangnya.. mana tiketnya.."
mbak : "tapi tidak bisa mbak.. karena orang2 banyak yg g mau klo diberi uang Rp. 50 buat kembalian berikutnya"
aq : "wah.. klo itu urusannya mbak sama calon pembeli tiket baru dong.. bukan urusanku lagi tuh mbak.. kewajibanku kan cm bayar. selain itu, aq bayarnya jg sudah memenuhi aturan mbak, klo bayar pakai uang pas."
mbak.. **tetep ngotot with the same reason
aq : "ok deh klo gt mbak… mana aturannya yg mengatakan klo tdk boleh membayar pakai uang Rp. 50 !!!"
mbak : ***mencoba nylimur dan ttp ngotot
aq : "ya sudahlah mbak.. nih Rp. 20.000 mana tiketnya.. lain kali klo melarang2 tolong tunjukkan aturannya ya mbak…"
**sigh
padahal klo tidak salah ingat pula, 3 bulan yg lalu aq sudah mengeluhkan masalah ini di surat pembaca detik. aq tunggu2 tdk ada jawaban dr petugas Busway. mengapa mereka g care ya ?? jangan2 apa yg dikeluhkan orang2 di internet ttg busway jg tdk digubris sm mereka ?? **sigh
jadi masih ingat masa dulu.. betapa berartinya uang Rp. 50 meskipun hanya mendapatkan 2 buah permen merk sugus. bukankan Rp. 50 itu juga masih dijadikan sbg mata uang Indonesia yg masih berlaku ?? bila tidak berlaku, pihak BI pasti sudah menarik dari publik kan?
menurut u gmn teman?
apa aq salah?