wanita dalam rumah tangga
Apa “wanita” itu?
Wanita..
Didunia ini ada 2 jenis manusia, yakni kaum wanita dan adam. Siapa wanita itu? Apa peranannya? Apa gunanya wanita itu? Apa wanita itu?
Hum… Wanita.. ia hanya seorang wanita. Ia tidak punya otot yang kekar seperti halnya kaum adam. Tangannya-pun tidak sekuat kaum adam. jika dibandingkan laki-laki, ia lemah. Banyak jabatan sebagai seorang pemimpin yang didomisili dari kaum adam. sampai jabatan lurah di suatu desa juga dipangku oleh kaum adam.
Namun, apakah sudah kita sadari bahwa diatas kerberhasilan kaum adam, dibalik kecermelangannya kaum adam, wanita lah yang sangat berperan. Bagiku.. ia laksana TUT WURI HANDAYANI. Ia lah yang selalu men-support, memotivasi suaminya untuk terus maju dan maju.. ia selalu mendukung semua ide-ide positif yang dilakukan oleh suaminya.
Apa masih ingat peranan Ibu Fatmawati? Istri mendiang Bpk. Soekarno. Pada jaman kemerdekaan dulu, peranan, jasa dan usaha dari beliau tidak kita ragukan lagi sampai saat ini. Waktu beliau berjuang di bidang politik, apa yang Ibu Fatmawati lakukan? kiprah yang hanya kita ketahui, hanyalah sebatas “Ibu Fatmawati-lah yang menjahit bendera sang saka kita, bendera GULA KELAPA kita”. Tapi, apa kalian semua menyadari, hanya dengan segelintir kiprah itu, dengan jahitan-jahitan itu, bendera itu mampu melengkapi acara Proklamasi 17 Agustus 1945 dengan dikibarkannya sang saka merah putih setelah pembacaan Proklamasi oleh suaminya, Ir. Soekarno.
Jangan-lah jauh2 mencari contoh, mari kita tengok ibu kita. Ibu… dalam hal keluarga.. menurut saya begini…
Ing ngarso Sung Tulodho [suami dan istri]
Ing Madya Mangun Karso [suami dan istri]
Tut Wuri Handayani [istri]
Yang paling utama dan yang sangat penting adalah istri. Mengapa ? Arti dari kata Tut Wuri Handayani, memberi motivasi, dukungan, semangat bagi anggota keluarga, termasuk didalamnya suami dan sang buah hati. Dalam rumah tangga, wanita itu seperti akar dan suami adalah pohonnya. Sedangkan anak adalah buahnya. Mengapa saya katakan demikian? 70% bagian dari akar itu ditutupi oleh tanah. tidak nampak dari luar. Itulah wanita, perannya memang tidak bisa dilihat secara riil. Namun, kita bisa lihat hasilnya, jika pohon [suami] tumbuh dengan kuat dan berbatang besar dan apabila buahnya manis dan besar, itulah hasil dari usaha akar. Bahkan kupu-kupupun yang menghinggapi pohon itu tidak akan pernah tau, apa yang dilakukan oleh akar.
Memang benar kata orang… peranan wanita itu tidak bisa kita nilai dari seberapa lama ia kerja dan mengabdi untuk mencari nafkah demi keluarga, melainkan.. keberhasilan wanita sangatlah terlihat pada apa yang sudah dicapai dan diraih oleh sang suami dan buah hati mereka.. Itulah makna seorang istri pada rumah tangga..
Demikian ibuku dan ibu-ibu kalian semua.. hargai.. dan buatlah ia tersenyum bahagia. Saat ia melihat kalian sukses, saat ia melihat suami-nya sukses.. ia hanya bisa menagis bahagia. Mengapa selalu menangis? Ya seperti itulah wanita.. ia memang lemah.. ia tidak memikir dengan logika. Namun.. ia selau berusaha mengubah perasaan ke logika..
* kutulis setelah mengikuti acara perpisahan Bpk. S. Wimbo Hardjito yang dihadiri oleh kedua putra beliau. Itulah yang menjadi inspirasiku. “siapakah gerangan yang mampu menjadikan beliau seperti saat ini?” seorang wanita-lah jawaban dari pertanyaan itu. Semoga.. tulisan ini jangan kalian ambil mentahnya saja.. masaklah dulu.. tataplah masa depan.. bahagiakanlah suami-mu dalam keadaaan apapun itu..
* jika kita menanam pohon.. maka pohon itupun juga akan memberikan buahnya untuk kita yang menanam..



Huaaa… terharu aku moco ikiy mbak…apik! Suwuun… ^_^
Comment by -mbemz- — October 12, 2007 @ 5:13 am
ow nophii….. baguss tulisannya…
aku ngefans sama tulisan yg ini
huehehe
Comment by wishbeukhti — November 1, 2007 @ 10:40 am